FITNAH Panah meluncur secepat kilat Menancap, menghujam segumpal darah pekat Ujung matanya berkilat bertirai sayu muslihat Lengkung busur sinis nan manis, berpeluk dalam mufakat Caci bertopeng ratap mengalunkan melodi yang memikat. Aku, Tegar meyakini Rakib Atid yang telah tentu Diam menerima segala lakon yang berlaku Menikmati paragraph luka yang seakan candu Kelak… Saat tak ada lagi makar yang mampu mengelak Kan kupinta penawar pada Sang Pemilik Kehendak T4 2gas 2023
Postingan
Menampilkan postingan dengan label Butiran Debu
Terbuang
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Katanya,ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Seorang ayah akan memberikan yang terbaik untuk anak perempuannya. Dia akan menjadi benteng kokoh untuk melindungi putrinya dari segala hal yang membahayakannya. Dia akan menjadi ksatria gagah berani yang sanggup mengalahkan musuh demi menyelamatkan sang putri. Katanya,seorang ibu adalah bidadari surga yang turun ke bumi. Pun,ada yang berkata bahwa dia adalah malaikat tak bersayap yang akan memberikan kehangatan dan kedamaian bagi anak-anaknya. Seorang ibu rela menanggung pedihnya luka dan mengarungi derita demi anak-anaknya. Bahkan,jika kebahagia an itu harus ditukar dengan nyawa sekalipun,seorang ibu akan dengan senang hati melakukannya. Nyatanya,itu semua tak berlaku untukku. Aku sendiri di sini,diam tak berdaya. Gigil angin subuh nyaris membekukan tulangku. Rintik hujan mulai membasahi tubuhku yang rapuh. Sayup kumandang adzan menyadarkanku. Seiring berakhirnya kumandang adzan,serak kuteriakkan laraku,parau kuserukan k...
Bakso Ta'aruf
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sebulan telah berlalu sejak pertemuan kami dengannya di warung bakso lesehan miliknya. Beberapa kali kami berkomunikasi melalui telepon. Pernah juga dua kali dia bertamu,tetapi hanya si Abi yang ditemuinya. Setiap dia datang bertamu,selalu bertepatan dengan kegiatanku di luar rumah,sementara si sulung saat itu sedang menikmati liburannya di Makassar,kampung halamanku. Malam ini,ba'da isya,dia datang lagi setelah sebelumnya memastikan kami semua ada di rumah. Dia datang seorang diri. Pembawaannya yang santun dan tenang tidak berubah dari dulu. Kulirik sulungku,dia tetap tenang dan santai. "Jadi begini nak Faqih,saya sudah menyampaikan sama Umi' dan Adaliah tentang pembicaraan kita beberapa hari kemarin. Tentang niat baik nak Faqih untuk ta'aruf,kami menyambut baik,walaupun usia kalian masih muda tetapi kami yakin kalian sudah bisa berfikiran lebih dewasa. Abi dan Umi' setuju-setuju saja tetapi untuk keputusannya tentu saja itu kami kembalikan ke Adel karena dia ya...
Bakso PDKT 2
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Tak perlu dibayar Tadz,hari ini gratiss",katanya. "Terima kasih Nak. Tapi tidak usah, nanti memberatkan kamu". Dari meja kami percakapan mereka di depan meja kasir masih dapat didengar. "Tidak memberatkan sama sekali. Anggap saja saya sedang menjamu guru saya". "Jangan Faqih,nanti gaji kamu dipotong loh...",kataku yang sudah berdiri di samping keduanya. "Lah...yang punya warung inikan Mas Faqih sendiri, Bu",serobot Si Mas dari balik meja kasir. Kami serempak memandang si Faqih yang tersenyum salah tingkah. "Beneran Mas?"tanyaku pada si Mas Kasir. "Sueer Bu,warung ini memang punya Mas Faqih,warung ayam geprek di seberang jalan sama ...". "Boleh saya minta nomernya,Tadz?"tanya si Faqih memotong ucapan si Mas Kasir "Oh...iya,boleh",kata si Abi seraya menyebutkan nomer Hpnya. "Terimakasih,Tadz. Kalau nomernya dik Adaliah boleh saya minta juga,Tadz". Aku dan si Abi berpandangan. "Terga...
Bakso PDKT
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Ini Adaliah kan?"tanyanya setelah melihat makanan kami habis. "Iya Kak,lama tidak ketemu." jawab sulungku ramah,pandangannya tertunduk. "Terakhir ketemu enam tahun lalu, kamu masih kecil,masih imut", katanya tersenyum tetapi pandangan matanya ke arah lain. "Masih ingat konsep ghaddul bashar (menjaga pandangan) ternyata", ucapku dalam hati "Kalau ini Harun, dan ini...?" tanyanya menunjuk ke putra ketigaku. Bocah lima belas bulan itu sudah tertidur beralaskan kasur kecil miliknya yang memang selalu kami bawa bila bepergian. "Namanya Ziyaad", jawabku. "Sebenarnya dari tadi pengen tegur Ustadz,tapi saya khawatir nanti Ustadznya kurang nyaman". "Maksudnya....." "Iya..........karena saya hanya tukang bakso,Tadz", ucapnya salah tingkah. "Tidak ada yang salah dengan tukang bakso. Apapun profesinya,selama itu halal". "Iya Tadz,tapi terkadang juga banyak yang menyepelehkan profesi kami yan...
Rumpi Hujan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sudah beberapa hari ini,selepas dzuhur Tolitoli diguyur hujan. Curah hujan yang cukup deras menyebabkan banjir di beberapa titik,khususnya daerah perkotaan. Tentu saja hal itu menyebabkan beberapa aktifitas warga terganggu. Sebelas dua belas dengan keadaan cuaca sore yang selalu hujan,beranda media sosial Mama Opo' beberapa hari ini juga hujan kata-kata mutiara. Status galaunya bertebaran di FB,WA dan Instagram miliknya. "Ya Allah..Bukalah pintu rahmatMu dan bukakanlah pintu hatinya untukku". "Hujan membawa rahmat,tetapi kalau setiap hari...Aku tamat". "Jangan jadikan hujan alasan untukmu tak menepati janji".Itu beberapa di antara sekian banyak statusnya beberapa hari ini. "Hujan membawa kenangan. Tak perlu mengenangku,karena aku bukan masa lalu. Cukup ingat janjimu saja." "Hujan membawa rahmat dan peringatan. Maka ingatlah janjimu padaku,semoga engkau selalu dirahmatiNya." Bunyi statusnya hari ini yang kembali berseliweran di b...
Si Bungsu ( kembali aktif)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
: Ahad, 03 Juni 2022 Pukul 09:00 Tak terasa sudah dua malam ini kami menginap di rumah sakit. Kondisi si Kecil sudah berangsur-angsur membaik. Dia sudah kembali ke mode aktifnya. Cairan infusnya sampai beberapa kali tidak menetes,macet. Aku dan si Abi menemaninya berjalan ke sana ke mari sepanjang koridor rumah sakit. Kemarin siang, saat pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa jika sampai sore sudah tidak ada keluhan maka hari ini si Kecil sudah diperbolehkan pulang. Senang sekali mendengarnya.Puji syukur tak henti-hentinya kami ucapkan. Pukul 11:00, perawat datang untuk melepas infus si Kecil. Dia sempat menangis saat jarum itu ditrarik dari punggung tangannya. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Senyum manisnya langsung merekah begitu melihat tangannya sudah bebas dari benda tersebut. Memang,sejak kemarin dia terus merengek meminta benda itu dilepas, mungkin merasa kurang nyaman dan tidak bebas bergerak dengan adanya benda tersebut. Pukul 13:...
Si Bungsu (opname)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Uwwwek......" "Allahu Akbar" seruku saat melihat si Kecil muntah di pelukan Abinya. Bergegas kubuka laci nakas mengambil perlengkapan miliknya,tisu dan minyak telon. Setelah badannya kubersihkan menggunakan tissue,kubaluri tubuhnya dengan minyak telon. Si Abi segera menggendongn,ya dan membacakan ayat-ayat rukyah dan sholawat Nabi lalu ditiupkan ke seluruh tubuh si Kecil. Kebiasaan yang selalu kami lakukan bila diantara kami ada yang sakit. Tak berapa lama kemudian si Kecil kembali tertidur,masih dalam gendongan si Abi. Pelan,tubuh kecil itu dibaringkan kembali setelah tempat tidur kubersihkan dan kuganti sepreinya. Bekas muntahannya di lantaipun sudah kubersihkan. Lampu kamar kumatikan,kuganti dengan menyalakan lampu tidur. Tubuhku baru saja kurebahkan ketika si Kecil kembali bergerak gelisah. Refleks Aku terbangun dan kembali menyalakan lampu kamar. Si Kecil kembali muntah,kali ini cairannya lebih banyak. Aku panik. Belum sempat tubuh mungil itu kubersihkan, di...
Si Bungsu (sakit)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jam di atas nakas menunjukkan angka 00:30 ketika kurasakan si Kecil bergerak dengan gelisah di sampingku. Kuraih tubuh mungilnya itu ke pelukan,badannya agak hangat namun sedikit berkeringat. Kutepuk lembut punggungnya dan kubujuk dengan ASI. Dia tenang kembali. Aku hampir terlelap ketika kurasakan dia kembali gelisah dan sedikit merengek. Keringatnya semakin banyak. Segera kunyalakan lampu utama lalu membangunkan si Abi,suamiku. "Bi,bangun. Adek rewel,badannya hangat dan berkeringat". Si Abipun segera terbangun dan langsung memeriksa kondisi si Kecil. Si Kecil semakin gelisah,kali ini disertai rintihan. Tangan mungilnya meraih tanganku lalu diarahkan ke perutnya. "Adek kenapa, perutnya sakit?" tanyaku cemas. Dia mulai menangis dalam gendongan Abinya. "Mi.....Mi.....Tiiiit.....tiiiit",rintihnya. Usianya memang baru lima belas bulan, baru mulai belajar bicara. Jadi pintar-pintarnya kami mengartikan bahasanya "Tiiit.....tiiiit..."rengeknya sambi...
Ruang Tunggu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pagi buta aku sudah bangun menyiapkan sarapan dan beres-beres rumah. Karena hari ini adalah jadwal kontrol si kecil,maka kuusahakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum berangkat ke Rumah Sakit. Tujuannya agar sepulang dari rumah sakit nanti,aku sudah tidak kelimpungan lagi masalah hidangan untuk makan siang. Walaupun sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit banyak warung makan,tetapi untuk saat ini aku masih ragu untuk membeli makanan siap saji. Ada rasa trauma setelah beberapa hari lalu,putra kecilku harus di opname gegara diare akut.Entah kebetulan atau tidak,hari itu karena jadwal kegiatan yang lumayan padat,aku hanya memesan makanan siap antar dari warung langganan,malamnya si kecil langsung muntah hebat.Menurut dokter,makanan yang dikonsumsinya kurang higienis.Entahlah. Aku tidak ingin bersu'u dzon. yang ku yakini,kami sedang diuji dan aku sedang ditegur oleh Allah agar lebih memperhatikan asupan untuk keluargaku. Pukul 07.30,aku sudah di depan loket antrian lalu set...
Pulang (Astiti 7)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Malam baru saja menyapa ketika aku selesai berkemas barang yang aku bawa tidak banyak, hanya dua buah koper besar berisi pakaianku dan pakaian anak-anak serta satu set perhiasan emas yang dulu Mas Tama berikan sebagai mahar pernikahan. Kuedarkan pandangan ke penjuru kamar, kamar yang lima tahun ini kutempati. "Kakak yang ikhlas, yang sabar, yang kuat, demi anak-anak", kata Ardan dirangkulnya bahuku lembut. setetes air mata lolos begitu saja. Kusandarkan kepalaku di bahunya. Hal yang dulu sering dilakukannya padaku saat kecilnya,kini akulah yang membutuhkan sandaran padanya aku kembali terisak. Getir. "Maafkan Ardan,Kak,. Seandainya Ardan tidak datang dan menginap di sini,mungkin kesalah fahaman ini tidak terjadi. Seandainya tadi siang Ardan tidak ke rumah Pak RT atau seandainya Ardan cepat kembali dari sana Kakak tidak akan mendapatkan tamparan itu",katanya. Dibenamkannya kepalaku di dadanya. "Semua sudah takdir. Jodoh, rejeki, maut siapa yang dapat menolak. J...
Sesal (Astiti 6)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
" Maaf Mas,sekarang kita bukan mahram lagi, talak tigamu telah mengakhiri hubungan kita", kataku. "Tidak Titi,tadi Mas khilaf,Mas akan merujukmu lagi,Ti,"kata Mas Tama. Kulihat Ibu mertuaku,ah...sekarang sudah jadi mantan,meneteskan air mata. "Titi,beri kesempatan pada Tama. Aku yang bersalah,Ti. Aku yang mendapatkan foto-foto itu dari seorang teman dan dengan bodohnya aku langsung menunjukkannya kepada Tama tanpa memastikan dulu kebenarannya. Tama tidak bersalah,Ti. Kalian harus rujuk",kata Kak Tami. "Rujuk? Silahkan tanyakan bagaimana hukum talak tiga yang baru saja Mas Tama ucapkan. Aku ingin tahu, mampukah Mas Tama untuk memenuhi syarat rujuk itu. Kalaupun Mas mampu belum tentu Titi sudi melakukannya. Besok saya akan bawa Kak Ti dan anak-anak pulang",kata Ardan. "Tidak bisa begitu dong,kamu tidak boleh memisahkan mereka",cegah Kak Tami. "Tidak salah, selama ini siapa yang ingin memisahkan mereka?. Sebaiknya Kak Tami dan Ib...
Talak (Astiti 5)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Plak...plak...plak... Tiga tamparan mendarat di pipiku. Aku terjatuh,sudut bibirku pecah, pandanganku berputar. Suara barang pecah yang dibanting membuat Puspa terbangun dan menjerit ketakutan. Sambil merangkak kuraih anakku, kudekap erat. "Selama seminggu ini aku terus merenung tentang hubungan kita. Aku berfikir aku salah, aku keterlaluan karena mengucap kata cerai hari itu. Aku bahkan sampai melawan ibu. Aku berfikir bahwa aku harus pulang dan meminta maaf padamu. Tetapi, semalam aku mendapatkan foto-foto itu. Kamu keterlaluan Titi. " Mas,tolong dengar dulu,"isakku. " Astiti, hari ini aku ceraikan kamu, aku talak kamu, talak tiga. Kita tak ada hubungan apa-apa lagi". Tepat setelah Mas Tama mengucapkan talaknya, Ardan menerobos masuk disusul Pak RT dan Bu RT serta Wa' Kardi pemilik kios depan rumah. Dirga segera berlari memelukku. Bu RT segera meraih Puspa yang masih menangis dipelukanku,dipeluk dan dielusnya punggung bayi mungil empat belas bulan itu. ...
Bakso Jumpa
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Libur sekolah adalah momen yang sangat kami tunggu,karena hanya pada momen itulah kami sekeluarga dapat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Seperti sore ini,kami memutuskan untuk JJS ke Taman Kota,sejenak melepaskan penat dari rutinitas keseharian kami. Hingga adzan maghrib berkumandang,kami memutuskan untuk shalat berjama'ah di masjid terdekat,lalu lanjut berkeliling lagi mencoba beberapa wahana permainan di Taman Kota ini. Puas berkeliling, kami mampir ke sebuah warung bakso lesehan. Warung ini sempat diviralkan oleh Bude Ochi. "Baksonya enak,ownernya masih muda,gwanteng,warungya besar dan bersih,harga kaki lima rasa bintang lima",itulah kalimat promosi Bude Ochi kala itu. Kami memilih meja yang berdekatan dengan meja kasir yang merangkap meja pemesanan. "Mas,bakso spesial tiga porsi,minumnya air putih saja tambah segelas jeruk hangat yah," pesan si Sulung. Si Abang bakso malah tampak bingung,sejenak matanya memindai kami satu persatu,tatapannya berh...
Tuduhan (Astiti 4)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sudah sepekan ini Mas Tama tidak pulang. Nomornya mendadak susah dihubungi. Chat yang kukirim,jangankan dibalas dibaca saja tidak. Ibu mertua dan Kak Tami pun tidak bisa dihubungi. Padahal aku ingin mengabarkan bahwa Ardan,adik bungsuku akan datang menginap. Dia sedang ada proyek dan akan bertemu dengan kliennya di kota ini. Sejak pernikahanku dengan Mas Tama,ini kali pertama adikku datang berkunjung. Memang selama ini,setiap lebaran akulah yang akan menyambangi ibu dan adik-adikku di Kalimantan. Sementara mas Tama akan memilih berlebaran bersama keluarganya kandungnya. Selama lima tahun pernikahan kami,terhitung baru dua kali Mas Tama meluangkan waktu untuk bertemu keluargaku. Pertama saat akad nikah dan yang kedua setahun yang lalu saat acara aqiqahan putri kedua kami, Puspa, yang memang diadakan di sana. Karena nomor Mas Tama tidak bisa dihubungi, aku akhirnya melapor ke Pak RT tentang kedatangan adikku, tak lupa aku melakukan VC dengan ibuku di depan pak RT untuk lebih meyakinkan b...
Lara (Astiti 3)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ceklek .... Mas Tama masuk lalu duduk di sampingku. "Masih sakit?" tanya Mas Tama, matanya menelisik pipiku. "Hatiiku lebih sakit, Mas," jawabku "lain kali jangan melawan ibu dan Kak Tami. mereka tidak suka dibantah". "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Selama ini ku selalu diam meskipun mereka menghinaku. tapi tidak hari ini Mas, mereka menghina keluargaku. Bahkan tadi Ibu pakai bawa-bawa Dirga dan Puspa. Ibu juga membentak Dirga,Mas juga dengan sendiri kan? Mereka keterlaluan". "Astiti, Mas tidak suka kamu bicara seperti itu tentang ibu dan kakakku". " Begitupun aku Mas. Apa salah keluargaku?" " Sudahlah Astiti. Mas tidak mau ribut. Nanti setelah tenang, kamu harus minta maaf pada mereka. Ibu pulang dalam keadaan marah pada hal tadi niatnya mau bermalam," mas Tama keukeh membela ibu dan kakaknya. " Aku, Mas? Aku harus minta maaf? Tidak kebalik Mas?" " Jangan membantah Titi!" suara Mas Tama...
Lara (Astiti 2)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Plak...Plak... "Ibu....". "Bundaaa...". "Uuuwwwwuuaaa...". Teriakan Mas Tama bersamaan dengan jeritan Dirga yang berlari memelukku dan Puspa yang terbangun di pelukanku. Dua tamparan dari Ibu mendarat di pipiku. Sakit,perih ,panas,kurasakan telingaku agak berdengung. Tangisan Puspa semakin keras,ku tepuk-tepuk punggungnya yang masih terbalut woven wrap, berharap aga dia tenang kembali. "Nenek kenapa pukul Bunda?"tanya Dirga sambil terus terisak memelukku. "Itu karena Bundamu kurang ajar,"bentak Ibu. "Tak perlu sampai memukul begitu,Bu"kata Mas Tama. Pembelaan yang terlambat. "Kamu lihat sendiri kan,istrimu ini membantah Ibu. Itu karena kamu terlalu lembek sama dia,"sungut iparku. "Tapi dari tadi Nenek yang marahin Bunda terus,"bela Dirga,bocah yang belum genap empat tahun itu memang agak kritis. "Anak kecil,DIAMM,"bentak ibu. "Jangan bentak anak saya,Bu,"kataku,segera ku tarik Dirga sem...
Lelah (Astiti 1)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Namaku Astiti,usiaku dua puluh delapan tahun,seorang guru honorer di sebuah SMP Negeri di kota cengkeh. Sebagai seorang guru honorer,tentulah penghasilannya tidak terlalu besar tetapi aku selalu mensyukurinya. Aku berasal dari pulau seberang,pulau Kalimantan. Aku terlahir sebagai putri sulung dari tiga bersaudara. Adik pertamaku,Adnan,mengikuti jejak ayahku menjadi seorang penulis. Ardan adik bungsuku,adalah seorang programmer yang bekerja dari rumah,sehingga sekilas dia lebih mirip pengangguran daripada seorang pekerja. Setelah Ayah meninggal,ibu menyibukkan diri untuk mengembangkan usaha kuliner yang telah kami rintis sejak aku masih kuliah. Alhamdulillah,usaha itu semakin berkembang dan sudah memiliki cabang di beberapa tempat. Sejak kecil kami telah dibiasakan untuk mandiri dan tenang dalam bersikap. Ayah menididik kami dengan kedisiplinan tinggi dan mengajarkan kepada kami untuk saling melindungi satu sama lain. Setelah menikah,aku memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahiranku d...
Rumpi Booster
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pagi ini,aku merasa agak kurang sehat. Badan terasa lesu. Mungkin efek dari begadang beberapa malam ini. Seperti kata Bang Haji Rhoma,"terlalu banyak begadang muka pucat karena darah berkurang" ,seperti itulah gambaran keadaanku sekarang. Namun,berhubung karena hari ini aku harus menghadiri sebuah pertemuan sosialisasi di kota,maka mau tidak mau aku mengabaikan rasa lesu itu. Segelas air hangat bercampur madu dan tujuh butir kurma menjadi konsumsi awalku pagi ini. Pukul 07.30,dengan diantar oleh si Abi,suamiku,akupun berangkat menuju ke kota. Dengan gagahnya si butut roda dua kesayangan meluncur membelah jalan beraspal yang sudah ramai. Percakapan ringan menemani perjalanan kami,beberapa candaan recehnya tak ayal membuatku tertawa,cubitan kecil dan tepukan ringan di punggung sesekali kuhadiahi untuknya. Tujuh belas tahun bersama tak memudarkan romantisme kami. Ternyata apa yang dikatakan oleh Ruben Onsu itu benar adanya,bahwa kebahagiaan itu sederhana,gengsilah yang me...
Tentang Nilai
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku masih berkutat dengan dengan deskripsi nilai raport peserta didik,sementara jam sudah menunjukkan bahwa sebentar lagi waktunya untuk pulang. "Sudahlah Bu,tak perlu terlalu dipaksa. Bunyinya disamakan saja,toh belum tentu juga wali murid akan baca satu persatu,"kata Bu Yosh. "Ndak apa-apa Bu,masih ada waktu empat hari sebelum penerimaan buku laporan mereka. Insyaa Allah saya usahakan mereka akan terima tepat waktu,"jawabku sopan "Masih ada yang belum tuntas,Bu?"tanya Ibu Eni "Alhamdulillah,Bu. Sudah tuntas semua,kemarin yang bermasalah di mata pelajaran saya sudah menyerahkan tugas tambahan yang saya berikan,"jawabku. "Jangan mempersulit diri sendiri Bu,"sambung Ibu Yosh lagi. "Sudahlah Bu Yosh,itu haknya Ibu Yanti sebagai guru mata pelajaran dan sebagai wali kelas,"kali ini Ibu Tatik turut menimpali. "Yah...saya hanya kasihan saja sama Bu Yanti,sejak dua hari kemarin sibuk dengan remedial dan tugas tambahan lain unt...